Sebab rasa ini masih sama.
Sama seperti dahulu saat kita bertemu, tak akan pernah berubah walaupun kita tlah berpisah.
Sementara waktu tlah menyeretku jauh dari ragamu,
Apakah masih ada aku di dalam benakmu?
Apa aku masih melekat dalam memori otakmu yang palng dalam?
Atau,
Aku tlah kau campakan hingga kau lupa,
Betapa aku pernah menjadi orang yang berarti di hidupmu,
Bahwa aku pernah membuatmu bahagia walau hanya sementara.
Aku masih saja benci menjadi aku.
Yang berharap kembali di detik-detik itu, dipelukanmu.
Pada tiap esok yang ku punya, hanya akan ada satu tanya.
Kau dimana?
Sesungguhnya,
Aku ingin sekali lagi berkata ya,
Namun tiada pintamu datang kepadaku.
Mungkin, aku hanya selalu berpikir tentang suatu hari,
Yang tidak akan pernah datang.
Betapa bodohnya aku,
Yang masih tetap menunggumu disini.
Tidak seharusnya kita menyesaatkan ini semua.
Aku masih menyesali itu, ada rasa rindu kepada aku yang dulu.
Sebab dari kehilanganmu, aku menemukan persamaan,
Antara udara dan berbutiran.
Kau tidak sendiri, aku tlah menjadi orang lain.
Aku yang dulu, yang kau cintai itu sudah tiada.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar