Pagi ini kuteguk secangkir teh hangat sambil berayun diayunan depan rumahku.
Menikmati pagi indah ini diawali dengan embun yang menetes jatuh dari atas atap ayunanku,
Rumput-rumput basah oleh embun pagi ini,
Perlahan aku melewati rumput tersebut dengan kedua kakiku.
Terasa dingin, dan aku sangat menikmati.
Burung-burung bersiul dan berterbangan di halaman rumahku.
Sungguh indah pagiku, namun apalah arti keindahan ini semua jika hanya kurasakan sendiri.
Sempat ku terlamun, kapan kau bisa menemani pagiku?
Letih rasanya menikmati pagi ini hanya sendiri.
Sang kekasihku,
Aku rindu,
begitu,
bahkan, sangat aku rindukan,
senyum manis itu.
Ingin sesekali ku panggil indah namamu untuk menemaniku,
Tapi aku bisa apa.....
Kau begitu jauh disana,
Tapi jikalau kau sempat, duduklah disini bersama ku.
sebentar saja,
kita menikmati hari ini,
Sudah lama aku merindukanmu,
Kau tak lagi datang,
Kau tak lagi ingin bertemu,
bahkan buat menengok sekalipun, kau sudah begitu payah.
Ada apa dengan sikap mu?
Apa kau tak merasakan rindu yang aku rasakan saat ini?
Ingin aku berteriak didepan telinga mu, tapi begitu terlihat mustahil.
Kau tak akan mungkin mendengarkan kata-kata ku.
Kau sudah lupa denganku, bahkan dengan rindu ini.
Hanya aku seorang yang merindu.
Sudahkah kau lupa caranya merindu?
Andai saja menemui mu semudah membalikan telapak tangan,
Benar-benar kuterjebak rindu,
dikamu.
Tuhan, kenapa kau beri rasa rindu yang begitu dalam kepadanya,
akankah percuma rindu ini jika tak berbalas.
Mengapa hanya diriku sendiri yang merasakan nya.
Jika dapat ku memilih, aku ingin menjadi mereka yang setiap saat bisa bertemu dengamu.
Sungguh aku ingin, :(
Setiapdetik, menit, jam bahkan hari terus berganti aku tetap akan MERINDUKANMU.
