Halaman

B E L L E

Jumat, 07 Maret 2014

PADA AKHIRNYA .......

Pada akhirnya yang TERISTIMEWA akan kalah sama yang SELALU ADA.
kamu, aku tak mampu mendefiniskan mu lewat kata-kata. terlalu banyak yang indah, yang ku lihat darimu. kusuka kau dari segi kelebihan dan kekurangan nya dirimu. aku suka kamu dari awal tanpa akhir. kamu memang yang teristimewa. selalu membekas dihatiku.
aku ingin selalu melewati senja bersama dirimu, aku ingin selalu berada disamping mu dan selalu menemani mu. sampai pada akhirnya kamulah orang satu-satunya yang selalu ada buat hidupku. yang selalu mengisi hari-hari ku menjadi lebih indah.
aku ingin selalu ada kamu dalam canda tawaku, dan dalam kebahagianku.
tapi, aku tersadar. tak selamanya kamu selalu ada buat ku.
disaat aku sedih, disaat aku butuh, disaat aku ingin kamu. kenapa kamu tak selalu hadir bersama ku? aku tak mampu menggapai angan mu, aku haus akan kerinduan belaian mu.
sejenak ku terdiam, waktu ku terhanyut menunggu mu disini. aku terjebak dalam kesunyian. kapan kau hadir dan kembali menemaniku seperti dulu?
aku begitu setia dengan waktu, demi menunggu kamu disini. menunggu mu pulang.
apa kamu tak perlu aku? apa aku hanya selalu memikirkan ego-ku saja?
sesekali lah, kau tengok aku disini. aku tak pernah letih menunggumu. tapi, apa kamu pernah sadar?







Hingga, pada akhirnya. ku tak sendiri lagi menunggumu. aku disini menunggumu dengan seseorang. seseorang yang selalu ada menemaniku.
aku merasa dia membutuhkan ku lebih banyak, dibanding kamu yang tak pernah sedikitpun kembali menengok-ku disini. apa kamu sudah lupa sama semua yang pernah kita lewati?
tapi, sayang nya aku tak bisa lupa. aku tak mudah lupa tentang kamu.





Aku merasa, aku tlah mengkhianatimu. tak seharusnya aku menunggumu disini bersama orang lain yang belum terlalu ku kenal. aku merasa perhatian nya, kelembutan nya, dan suaranya, buat aku ingin menangis mengingatmu.
aku teringat lagi, aku teringat saat terakhir kali kamu memperhatikan ku dengan semua kasih sayangmu.



Tapi, kamu tak perlu khawatir, aku disini baik-baik saja. walaupun sebenarnya aku menunggu mu pulang kembali. aku akan selalu setia menunggumu, seharusnya ku tau bahwa dirimu tak mungkin kembali kedekapan ku.
aku merintih, air mataku sungguh tak terbendung.
namun, hari demi hari ku lewati, terlama aku tak lagi begitu mengingatmu. karna ku sudah bahagia disini bersama dia. dia yang menemani hariku, aku ingin kamu bisa melihat ku bersama-nya.


Semua nya mungkin memang tak akan seperti dulu.
Pada akhirnya, aku datang menemui. aku tak sendiri, aku bersama dia.
dia menemaniku, karna dia yang selalu ada buat aku.
aku bahagia bisa melihatmu kembali, walaupun.......................................................
hanya sebuah batu nisan dan hamparan bunga mawar merah yang menemanimu.
sesekali kusiram bunga itu sambil memegang tanganya.
ku menjatuhkan air mata untuk kesekian kalinya, kali ini air mata ini, air mata bahagia ku.

JADI TIKUNG APA TUKANG SENDOK?

Kali ini gue bakal ngePOST tentang tikung menikung, atau sendok menyendok.
istilah kata anak muda jaman sekarang itu sering banget ngalamin hal kayak gini, apalagi anak SMA-nya. Duh lagi ababil nya tuh.
gue pernah punya pengalaman nih, awalnya gue punya sahabat. dia itu bisa dibilang sahabat baru gue, tapi kita udah deket banget. gue pernah naksir satu cowok di kampus gue. dia itu kakak tingkat gue. gue seing cerita banyak soal kaka tingkat gue sama sahabat gue, sebut aja namanya antah berantah. yah gue emang suka asal milih nama sahabat, ah bodo. gak peduli gue.
jadi, gueintinya naksir berat. gue cerita banyak. sampe akhirnya
AKHIRNYAAAAAAA.....







AKHIRNYAAAAAAAAAAAAAAAAAA











PADAAAAAA AKHIRNYAAAAAAAA.....................



"EH!! kalo di liat liat kaka tingkat itu cakep juga ya" JEDGEEEERRR!!!!
gue gak salah denger kan? kakak tingkat yang gue bilang waktu itu.....
kok sahabat gue sendiri bisa ngomong gitu sih?!
gue gak pernah kepikiran kalo dia bakal ngomong gitu, sampe macho lah ini lah, jadi akhir akhir ini dia sering ngomongin soal kakak tingkat kesayangan gue *mewek*
padahal gue udah deket banget sama kakak tingkat gue, gue BBM-an, DM-an juga pernah. tapi kenapa sih musti gini? sahabat gue pernah mikir gak sih? pernah ngerasain gak sih?
yang selama ini gue rasa!? cukup. cukup banget sih gue fix gagal jadian sama kakak tingkat itu. gue kepengen banget bisa pacaran sama kakak tingkat, selain lo bisa terkenal, lo juga bisa kok di hargain sama kakak tingkat cerewet yang suka gangguin kalian. setidaknya lo punya pelindung.



Namanya juga hidup, gak semua hal berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. gue udah mulai curiga sih, tapi ya gimana? gue gak enak bilang nya, dia sahabat gue. tapi gue gak pengen ngalah.
buka twitter eh nongol mereka berdua mention-an. kan pahit ya?
dulu aja, gue yang mention-an sekarang dia? hmmmmm nasib banget. gue ngerasa dikhianatin banget. sekarang siapa yang peduli sama gue?
SIAAPAAAAAAAAAAAA??





JADI, GAK ADAAAAAAAA NIH?







BETAPA SEPINYA HIDUP.








Gak lama peristiwa ini, gue denger dari temen gue yang lain mereka berdua udah jadian. pertama gue shock but gue harus terima kenyataan. mungkin ini bukan jalan gue, mungkin TUHAN ngasih petunjuk sama gue, mana yang sahabat sebenarnya mana yang bukan, dan mana pasangan yang sebenarnya dan mana yang bukan?
gue gak bisa gini terus, gue gak mau larut dalam kesedihan. hidup gak selamanya musti galau. kalo kita gak bisa dapetin yang satu. setidaknya kita bisa dapetin yang lain? bukan berarti musti nyari. entar juga bakal datang sendiri.
dari sini gue belajar banyak, gak gampang cari sahabat dan gak gampang cari pasangan sejati.
sekarang gue bener bener lupain masa lalu gue itu. gue lupain sahabat gue dan gue lupain kakak tingkat gue.
gue gak mau lagi berurusan sama orang kayak mereka. gue udah bahagia sekarang. dan gue gak mau diganggu sama mereka. BODO! Soal mereka? gue udah gak tau apa apa.
kita udah lost-contact.
bukan waktunya buat bersedih lagi,
belajar dari masa lalu lo.
dan jangan ngulangin hal yang sama.
inget, banyak belajar buat kedepan-nya.
harus teliti dalam memilih dan memilah orang yang dekat sama kita, siapapun itu.





*kiss-hug*