Pada akhirnya yang TERISTIMEWA akan kalah sama yang SELALU ADA.
kamu, aku tak mampu mendefiniskan mu lewat kata-kata. terlalu banyak yang indah, yang ku lihat darimu. kusuka kau dari segi kelebihan dan kekurangan nya dirimu. aku suka kamu dari awal tanpa akhir. kamu memang yang teristimewa. selalu membekas dihatiku.
aku ingin selalu melewati senja bersama dirimu, aku ingin selalu berada disamping mu dan selalu menemani mu. sampai pada akhirnya kamulah orang satu-satunya yang selalu ada buat hidupku. yang selalu mengisi hari-hari ku menjadi lebih indah.
aku ingin selalu ada kamu dalam canda tawaku, dan dalam kebahagianku.
tapi, aku tersadar. tak selamanya kamu selalu ada buat ku.
disaat aku sedih, disaat aku butuh, disaat aku ingin kamu. kenapa kamu tak selalu hadir bersama ku? aku tak mampu menggapai angan mu, aku haus akan kerinduan belaian mu.
sejenak ku terdiam, waktu ku terhanyut menunggu mu disini. aku terjebak dalam kesunyian. kapan kau hadir dan kembali menemaniku seperti dulu?
aku begitu setia dengan waktu, demi menunggu kamu disini. menunggu mu pulang.
apa kamu tak perlu aku? apa aku hanya selalu memikirkan ego-ku saja?
sesekali lah, kau tengok aku disini. aku tak pernah letih menunggumu. tapi, apa kamu pernah sadar?
Hingga, pada akhirnya. ku tak sendiri lagi menunggumu. aku disini menunggumu dengan seseorang. seseorang yang selalu ada menemaniku.
aku merasa dia membutuhkan ku lebih banyak, dibanding kamu yang tak pernah sedikitpun kembali menengok-ku disini. apa kamu sudah lupa sama semua yang pernah kita lewati?
tapi, sayang nya aku tak bisa lupa. aku tak mudah lupa tentang kamu.
Aku merasa, aku tlah mengkhianatimu. tak seharusnya aku menunggumu disini bersama orang lain yang belum terlalu ku kenal. aku merasa perhatian nya, kelembutan nya, dan suaranya, buat aku ingin menangis mengingatmu.
aku teringat lagi, aku teringat saat terakhir kali kamu memperhatikan ku dengan semua kasih sayangmu.
Tapi, kamu tak perlu khawatir, aku disini baik-baik saja. walaupun sebenarnya aku menunggu mu pulang kembali. aku akan selalu setia menunggumu, seharusnya ku tau bahwa dirimu tak mungkin kembali kedekapan ku.
aku merintih, air mataku sungguh tak terbendung.
namun, hari demi hari ku lewati, terlama aku tak lagi begitu mengingatmu. karna ku sudah bahagia disini bersama dia. dia yang menemani hariku, aku ingin kamu bisa melihat ku bersama-nya.
Semua nya mungkin memang tak akan seperti dulu.
Pada akhirnya, aku datang menemui. aku tak sendiri, aku bersama dia.
dia menemaniku, karna dia yang selalu ada buat aku.
aku bahagia bisa melihatmu kembali, walaupun.......................................................
hanya sebuah batu nisan dan hamparan bunga mawar merah yang menemanimu.
sesekali kusiram bunga itu sambil memegang tanganya.
ku menjatuhkan air mata untuk kesekian kalinya, kali ini air mata ini, air mata bahagia ku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar