Halaman

B E L L E

Jumat, 15 Januari 2016

12 JANUARY 2016

Hai, udah 3 hari berlalu... 
Tapi rasa ini tidak pernah berubah, masih seperti yang dulu. Rasanya sekarang aku merasa kehilangan. Aku selalu butuh kamu setiap harinya, ingin jumpa namun aku sadar. Aku bukan lah siapa-siapa lagi dihatimu. Hingga sekarang aku belum siap terima kenyataan.
Bagaimana bisa?
Orang yang mencintaiku meninggalkan aku?
Apa ini salahku?
Apa aku kurang di matamu?
Atau ada seseorang yang lebih mencintaimu daripada aku?
Aku terus bertanya-tanya pada senja. Namun, tak ada satupun yang memberi jawaban. 
Saat aku tau, maksud dari perpisahan ini. Aku semakin terjatuh, aku semakin tak mampu untuk bangun dan bangkit kembali. Ingin aku nangis dan memeluk-mu erat, namun apa daya aku yang cuma bisa melihatmu dari kejauhan. 
Aku mencoba untuk mengikhlaskan yang telah pergi, sakit rasanya harus seperti ini. Ingin kembali disaat aku dan kamu bahagia tertawa bersama.  Rindu akan semua kenangan kita. 
Aku sendiri, 
Sepi,
Gelap,
Aku takut,
Takut dengan kesendirian ku.
Aku takut, tak ada yang menggapai erat tangan ku.
Aku takut, tak ada lagi yang membantuku untuk berdiri.
Aku takut, tak ada yang bisa menggantikan senyum-nya.
Tuhan, 
Ijinkan aku sekali saja untuk memeluknya lagi. Ijinkan aku memulai yang baru dengan masa lalu. Ijinkan aku bahagia untuk kedua kalinya dengan orang yang sama. Orang yang dulu pernah membuat aku bahagia, walaupun sekarang hati aku bersedih. Tapi aku masih ingin kembali.


Tubuh ini tak mampu menopang dengan sendirinya, aku lemah. 
Dimana kamu wahai belahan jiwa ku?
Apakah ini cuma ujian dari Tuhan? KENAPAAAAA?
Apa jalan kita salah? apa cara kita mencintai salah? 
Kenapa Tuhan misahkan kita ketika kita sudah menjalin hubungan begitu lama. 
Apa hubungan yang lama tidak menjamin kita terus bersama?
Beritahu aku sekal saja,
Buat aku yakin,
Buat aku kuat, dengan segala alasan-alasan mu.
Buat aku jadi tegar, seperti dulu. 
Apa aku cuma bisa berharap aku dan kamu bisa kembali seperti dulu. Hingga kapan kita akan berpisah seperti ini? 
Kenapa takdir berkata lain pada kita? kenapaaaaa?
Kenapa kamu membuatku selalu bertanya-tanya?
Apa setiap pertemuan selalu ada perpisahan? Lalu, buat apa kita bertemu jika ujung-nya akan berpisah?