Halaman

B E L L E

Kamis, 25 Desember 2014

PRIA-KU

Sejak hari itu,
aku tlah kehilangan dia. aku belajar, untuk merelakan dia.
Dia yang bahkan bukan milik-ku.
Dia yang sempat memasuki ruang kehidupan-ku.
Ku tinggalkan ia disebrang pulau, demi seseorang yang ku cinta.
Aku tak bisa menuai kisah lebih dalam bersama-nya karna aku sadar, kami hanya sekedar untuk menyenangkan hati satu sama lain. Bukan untuk membahagiakan satu sama lain.
Mungkin akan terasa sulit melupakan-nya dan aku harus.
Aku harus melalukan ini semua, karna kenyataan-nya aku lebih mencintai pria-ku. Pria yang selalu ada mendampingi-ku disaat aku terpuruk, karna dia lah kunci bahagia-ku.
Mungkin aku bisa hidup tanpa bintang, tapi aku tak akan bisa hidup tanpa langit.
Aku belajar melepaskan, melepaskan yang bukan milik-ku.
Aku terlalu kuat menggenggam ia sehingga aku harus menaruh-nya ke lubang yang paling dalam. Bisa saja aku bahagia bersama-nya tapi tetap saja disetiap bahagia-ku, aku selalu memikirkan pria-ku.
"Dimana dia?" "Sedang apa dia?" "Apakah dia sebahagia-ku?"
aku terus memikirkan pria-ku. Aku begitu mencintai pria-ku. Aku rela kehilangan, asal aku tidak kehilangan pria-ku. Yang sekarang aku harap, hanya pria-ku. Aku butuh dia disetiap waktu yang berdetak.
Aku tak ingin kehilangan pria-ku, karna hanya dia satu-satu nya yang aku butuhkan.
Aku ingin pria-ku tetap tinggal, dan tak meninggalkan aku seperti aku meninggalkan seseorang yang jauh.
Aku tidak ingin kehilangan pria-ku untuk kapan pun. Berjanjilah, kau akan selalu bersama-ku. Genggam dan jangan lah lepaskan aku. I love you