Halaman

B E L L E

Minggu, 17 Januari 2016

Masih terasa genggaman jemari-mu.

Hari berlalu begitu cepat,
Rindu mengalir begitu dalam,
Begitu pula aku yang hingga sekarang masih menunggu kamu disini.
Rasa nya baru kini kau membuat ku tertawa,
Rasa nya baru kini kau memeluk ku ketika aku bersedih,
Rasa nya baru kini kau menggenggam tangan ku erat,
Kemana hilang nya semua itu? Kenapa rasa nya begitu susah untuk meninggalkan semuanya.
Meninggalkan, bukan keinginan ku.
Melupakan, apa lagi.
Apa emang udah tak ada kesempatan lagi? kenapa?
Tuhan saja memberikan kesempatan buat umatnya yang ingin berubah menjadi lebih baik. Lalu, bagaimana dengan kamu yang hanya seorang manusia? apa kamu juga tidak bisa memberikan aku kesempatan untuk menjadi yang lebih baik?
Malam begitu terasa sepi tanpu,
Semakin larut, aku semakin teringat akan dirimu.
Aku hanya rindu,
apa salah?
Aku rindu genggaman jemari lain, yaitu jemari-mu.
Aku rindu saat kau menggenggam jemari-ku, saat membantuku mencoba berdiri, mencoba melawan rasa sakit, mencoba menghadapi segala rintangan masalah.
Jemari ini terasa begitu kaku tanpamu,
Tak seperti dulu, lembut saat kau memainkan jari-jari lentik ku hingga aku tersenyum.
Saat aku berjalan sendiri dikeramaian, aku masih merasa kau menggenggam tangan ku dengan erat.
Kau yang tak pernah melepaskan jemari mu dari jemari ku.
Kau yang selalu menempelkan telapak tangan kita lalu menggenggam erat saat berjalan mengililingi hari.
Sungguh, jemari ini rindu genggaman jemari-mu.
Jadi,
Kapan aku bisa kembali merasakan genggaman jemarimu?