Halaman

B E L L E

Selasa, 26 Januari 2016

SETIA MENANTIMU

Sejak hari itu, sejak saat itu. Saat terakhir kau menginginkan untuk pergi dariku, 
aku hanya bisa terdiam, hati ini sakit, bibir ini tak mampu untuk berbicara, 
bahkan badan ini tak berdaya untuk beranjak. 
Aku masih bertanya-tanya, dimana salah ku? apa yang terjadi? kenapa ini harus terjadi pada kita?
Tuhan, aku sungguh tak mampu melewati hariku tanpa nya,
karna dia adalah sebuah nafas yang selalu aku hela. Apa jadinya aku tanpa dirinya? 
Tuhan, kenapa kau harus mematahakan hati orang yang begitu penuh dengan rasa kasih sayang?
Udara yang ku hirup sudah tak lagi sama, semuanya hanya menyesakkan dada. 
Bibir ini sudah tak dapat tersenyum indah seperti dulu, 
Hati ini bahkan begitu rapuh, 
Hari-hari ku berubah menjadi gelap, tanpa ada satu bintang-pun yang menerangi nya.
Di waktu pagi, saat aku terbangun, aku selalu mengingatnya. 
Di waktu malam, saat aku tertidur pulas, aku merasa begitu dekat dengan nya, walaupun hanya bisa kurasakan lewat mimpi.
Tiap malam aku menatap langit dan bertanya pada bulan, kapan aku bisa melihatnya lagi? 
kapan aku bisa memulai hariku bersama nya lagi? kapan aku bisa merasakan hangat pelukan nya?
Aku disini, hanya bisa menunggu. 
Menanti kau kembali,
mungkin aku terlalu berharap, namun aku tau resiko berharap terlalu banyak adalah sakit. 
Sakit menunggumu sendirian disini, 
Aku harus melewati berbagai macam rindu,
rindu yang terus menggebu gebu dan menggumpal di dalam hatiku, hingga hanya menimbul sesak di dada. 
Dan yang terlebih sakit, aku hanya bisa menyampaikan semua rindu-rindu ku ini lewat doa, sebagaimana Tuhan menyampaikan kepadamu. 
Meinrtih tiap malam, terbaring dikasur mengingat semua kenangan kita, dan hanya tetes air mata yang mengalir dan membasahi pipi, 
sungguh masih terasa hangat nya dipipi, 
Namun, aku rela sakit demi kamu, asal kamu bisa pulang, kembali dalam pelukanku.
Aku selalu bercerita kepada Tuhan, tentangmu. Dan tentang kita. 
Aku harap, Tuhan bisa mengabulkan semua harapanku kepadamu.
Mungkin penantian aku ini masih terlalu sebentar, dan belum seberapa tapi aku tak pernah lupa untuk selalu berusaha, agar penantianku ini tak berujung dengan sia-sia. 
Tuhan, biarkan lah aku terus menanti, hingga akhirnya aku sadar, dimana penantianku ini harus berhenti. 
Biarkan waktu yang menjawab semua tanyaku, 
Biarkan air mengalir sesuai arusnya.......... dan aku hanya bisa menjalani semua nya dengan sejuta harapan.
Tuhan, ijinkanlah kami untuk bersama kembali, 
jika aku diberikan kesempatan sekali lagi. 
Aku hanya ingin, aku dipertemukan kembali dengan nya untuk menuai kisah cinta yang berakhir bahagia untuk selama-lamanya.